Masyarakat Lereng Gunung Penanggungan

Posted on Senin, 25 Maret 2013 and filed under , . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site


Gunung penanggungan kaya akan budaya terlihat dari kehidupan masyarakat yang tinggal dikawasan ini selama puluhan bahkan ratusan tahun yang tetap berlangsung sampai sekarang ini. Populasi penduduk yang tinggal dilereng-lereng gunung penanggungan mencapai ribuan jiwa yang tersebar dibeberapa dusun, desa diwilayah kab mojokerto dan kab pasuruan, jawa timur sehingga melahirkan beragam budaya yang unik khas jawa timur.
Budaya masyarakat lereng gunung penanggungan dikenal unik budaya pertanian misalnya mampu memproduksi tanaman organik , tanaman holtikutura, perkebunan sehingga kualitas hasil bumi pun tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.Pola pertanian dikawasan gunung penanggungan umumnya pada metode sawah terasiring disesuaikan dengan kondisi tanah pegunungan yang berbentuk dataran tinggi yakni sayuran,buah-buahan serta bunga kemudian hasil pertanian dipasarkan pada pasar-pasar tradisional yang ada dikawasan gunung penanggungan .Pendidikan dikawasan gunung penanggungan terbilang cukup maju terlihat pembangunan gedung sekolah mulai dari PAUD,Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi ,bahkan sekolah SBI atau RSBI juga berkembang cukup pesat dikawasan ini yakni pada jalur pendidikan tingkat SMP maupun SMA meski jumlahnya terbatas.

Menariknya pendidikan lingkungan hidup juga mendapat perhatian dikawasan ini yakni PPLH atau pusat pendidikan lingkungan hidup Seloliman,sebuah lembaga pendidikan yang berorientasi pada pendidikan lingkungan hidup berada didesa Seloliman, kecamatan Trawas, Mojokerto. PPLH ini juga memberi kontribusi besar dalam mengembangkan pertanian yang berwawasan lingkungan tanpa merusak ekosistem, cagar budaya ataupun lingkungan, mengingat kawasan trawas dan sekitar berada dikawasan gunung penanggungan yang dikenal banyak menyimpan puluhan cagar budaya diantaranya: pengolahan pertanian melalui tanaman organik atau tanaman holtikultura yang kini berkembang cukup pesat dikawasan Seloliman,trawas,mojokerto. Budaya masyarakat lereng gunung penanggungan yang tak kalah menarik yakni: kegiatan ritual yang digelar sekitar candi atau petirtaan dikawasan lereng gunung penanggungan salah satunya tradisi melasti,sebuah tradisi masyarakat hindu yang ada di mojokerto ,sidoarjo dan sekitarnya bertempat di petirtaan jolotundo desa seloliman ,trawas,mojokerto setiap menjelang hari nyepi. Uniknya tradisi melasti diawali rangkaian doa puja wati yang dipimpin para rohaniawan serta pemangku adat dan diakhiri pelepasan itik, bebek, ayam serta hasil bumi ke dalam kolam jolotundo yang telah berlangsung turun temurun.

Budaya masyarakat gunung penanggungan yang menarik diantaranya merawat serta menjaga candi dilakukan masyarakat yang tempat tinggalnya dekat situs candi secara turun temurun . Candi yang tetap terjaga kelestariannya terutama candi yang bangunannya berbentuk petirtaan atau pemandian yang letaknya dekat sumber air yang dianggap tempat bersemayam dewa arca wisnu misalnya sebagai dewa kesejahteraan manusia seperti petirtaan jolotundo didesa seloliman serta petirtaan belahan didesa belahan. Air yang ada dikedua petirtaan jolotundo maupun belahan mempunyai kandungan yang tinggi membuat awet muda mengusir pikiran yang galau sehingga masyarakat sekitar petirtaan juga memiki budaya untuk selalu datang ke kawasan kedua petirtaan sekedar mandi atau melakukan ritual . Cara menjaga atau merawat situs sejarah maupun candi pun masyarakat seloliman cukup dengan menggelar tradisi kupatan,sebuah tradisi mengunjungi semua situs sejarah yang ada didesa seloliman dengan membawa kupat diakhiri makan bersama.Situs sejarah tersebut dianggap memiliki kekuatan magis dengan ritual ini memperoleh pengaruh magis bagi situs sejarah apalagi beragam situs tersebut dianggap angker, disakralkan dan bangunan suci . Budaya masyarakat gunung penanggungan hingga kini terus berlangsung membuat memberi warna baru dalam khazanah budaya nasional.

Sumber :

Ningsih's Mobile Blog

0 Responses for “ Masyarakat Lereng Gunung Penanggungan”

Leave a Reply

promo bank permata

Recently Commented

Recent Entries

Youth